Feasibility Study atau Studi Kelayakan untuk sebuah proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Devinisi keberhasilan disini sangat tentatif tergantung dari segi apa proyek dijalani, sebagian besar investasi swasta dapat dikatakan berhasil ketika tujuan utama dimana manfaat ekonomis dapat dicapai sedangkan pada sisi pemerintahan biasanya bertujuan non provit dimana keberhasilan dicapai ketika proyek tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Studi kelayakan menggunakan sistem pengana manfaat dan pengorbanan (cost and benefit analysis) termasuk didalamnya semua manfaat dan pengorbanan sosial (social cost and social benefit). Pada umumnya studi kelayakan pada proyek menyangkut 3 aspek yakni manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri, manfaat ekonomis proyek tersebut bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan, dan manfaat sosial bagi masyarakat disekitar proyek tersebut.

Dengan adanya investasi yang menyangkut pengeluaran modal (capital expenditure) yang besar maka studi kelayakan sangat diperlukan agar berhati-hati jangan sampai proyek tersebut gagal setelah terlanjur menginvestasikan dana namun teryata tidak menguntungkan, biasanya proyek akan dihentikan atau dijual kepada pihak lain,beberapa sebab yang mengakibatkan suatu proyek menjadi tidak menguntungkan (gagal) yakni :

  • kesalahan perencanaan.

  • Kesalahan dalam menaksir pasar yang tersedia.

  • kesalahan dalam memperkirakan teknologi yang tepat dipakai.

  • kesalahan dalam memperkirakan kontinuitas bahan baku.

  • kesalahan dalam memperkirakan tenaga kerja.

  • sebab eksternal seperti perubahan situasi politik, ekonomi, sosial, bencana alam dan spekulasi.

Untuk meminimalisir berbagai kegagalan dalam proyek, maka seringkali proyek-proyek besar semakin memperlukan data studi kelayakan dengan variabel semakin kompleks sehingga untuk menjaganya biasanya studi dilakukan dalam dua tahap yakni tahap pendahuluan dan tahap keseluruhan. Dalam studi kelayakan hal-hal yang perlu diketahui adalah :

  • Ruang lingkup kegiatan proyek.

  • Cara proyek dilakukan.

  • Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasil seluruh proyek.

  • Sarana yang diperlukan proyek.

  • Hasil kegiatan proyek serta biaya yang harus ditanggung.

  • Akibat-akibat baik yang bermanfaat maupun yang merugikan.

  • Analisa resiko dari berbagai aspek.

  • Langkah-langkah rencana yang mulai dari jadwal masing-masing kegiatan sampai dengan proyek investasi siap berjalan.

Terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan :

  1. Besarnya dana yang ditanamkan, semakin besar proyek maka akan semakin besar dana yang diperlukan. Sebagai contoh proyek pengerukan batu bara memerlukan dana yang lebih besar daripada proyek pembangunan showroom mobil.

  2. Tingkat ketidakpastian proyek, semakin sulit kita memperkirakan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas dan lain-lain maka kita harus semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan.

  3. Kompleksitas unsur-unsur yang mempengaruhi proyek, setiap proyek dipengaruhi dan mempengaruhi berbagai macam unsur lain baik eksternal maupun internal, semakin kompleks unsur-unsur tersebut maka studi kelayakan harus dilakukan secara teliti dan hati-hati.

Aspek dasar dalam studi kelayakan antara lain :

  • Aspek Pasar yang mencangkup konsep pokok tujuan/market yang ingin dicapai, metode pengukuran dan peramalan permintaan, strategi bersaing perusahaan dominan, dan strategi optimalisasi marketing mix.

  • Aspek Teknis yang mencangkup aspek teknis proyek dan analisa teknis.

  • Aspek Manajemen yang mencangkup manajemen pembangunan proyek dan manajemen dalam operasi.

  • Aspek Keuangan yang mencangkup kebutuhan dan sumber dana, aliran kas proyek, kriteria penilaian investasi, resiko dalam investasi, keterbatasan dana dan hubungan antar proyek dan biaya modal (cost of capital).

  • Aspek Ekonomi yang mencangkup analisis ekonomis dan Penulisan laporan studi kelayakan.